nama bandara lampung dan kode penerbangannya ada berapa

3 Nama Bandara Lampung dan Kode Penerbangannya

jelajahlampung.com – Nama Bandara Lampung. Bandara di Lampung ada berapa? Mungkin ini pertanyaan kamu yang sudah lama tinggal di Lampung atau sedang mengerjakan tugas sekolah / TTS.

Lampung adalah sebuah Provinsi di paling selatan pulau Sumatera, yang paling dekat dengan pulau Jawa.

Selain transportasi menggunakan kapal laut, kamu bisa juga menggunakan pesawat jika mau ke Lampung.

Tentu saja, harus turun di bandara yang ada di Lampung.

Sedangkan jika dari Palembang, tersedia juga angkutan kereta api.

Nama Bandara di Lampung

Hai sahabat jelajahlampung semuanya, gimana, sudah bisa kan datang sendiri ke Lampung dari Jakarta?

Deket banget lho sebenarnya Lampung dari Jakarta itu.

Kalau lewat jalur darat dan laut, bisa ditempuh dengan waktu 6-7 jam jika sedang lancar.

Selain lewat jalur darat dan laut, bisa juga berkunjung ke Lampung lewat jalur udara atau naik pesawat.

Buat kamu yang ingin berkunjung ke Lampung menggunakan jalur udara nih, sebenarnya ada 3 nama Bandara di Lampung lho.

Berikut ini fakta lengkapnya.

1. Bandara Raden Inten II Lampung, Kode tkg

nama bandara lampung pertama ada radin inten ii
nama bandara lampung yang sudah jadi kelas internasional: radin inten ii

Nama bandara di Lampung yang pertama, ada Radin Inten II.

Atau biasa dikenal dengan Branti.

Bandara terbesar di Lampung adalah Bandara Radin Inten II.

Bandara ini telah direnovasi di tahun 2016, dibenahi untuk ditingkatkan menjadi Bandara Internasional.

Dengan adanya renovasi ini, Branti dapat menampung penumpang sekitar 7.500-8.000 penumpang per hari.

Biaya renovasinya mencapai lebih dari 180 milyar rupiah.

Lumayan juga bukan?

Jangan sampai seperti bangunan sebelumnya ya, yang ada di depan bandara itu, milyaran rupiah habis, baru sebentar berdiri, eh bangunannya dibongkar lagi hehehe.

Kode penerbangan TKG

Dalam dunia penerbangan, Bandara Radin Inten II menggunakan nama Tanjung Karang (TKG) untuk kode penerbangannya, bukan Lampung atau LPG ­čÖé

Serasa agak aneh sih memang, karena Bandara Lampung yang satu ini sebenarnya terletak di Natar, Lampung Selatan.

Branti atau Bandara Radin Inten II memang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, bukan di Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung.

Jarak dari Bandara Radin Inten II ke Bandar Lampung sekitar 20an kilometer atau sekitar 30 menit-1 jam perjalanan.

Bandara Lampung di Natar ini menggunakan nama Radin Inten II.

Beliau ini merupakan salah satu pahlawan nasional asal Lampung dan juga seorang Sultan Lampung.

Angkutan Umum ke Bandara Radin Inten II Lampung

Untuk menuju Bandara Radin Inten II Lampung bisa menggunakan jasa ojek, travel/taksi, dan bisa juga menggunakan angkot (angkutan kota).

Angkot menuju Branti berwarna coklat.

Angkot ini memiliki rute dari Rajabasa sampai ke Tegineneng (melewati Bandara Radin Inten II).

Tarif angkot antara 6-10 ribu, tergantung tukang angkotnya. Kalau ngasih uang 10 ribu biasanya gak dikasih kembalian sama tukang angkotnya ­čÖé

Untuk tarif ojek dari Rajabasa ada di kisaran 30-50 ribu rupiah, tergantung nego dengan pengemudi ojeknya.

Atau bisa juga mencoba ojek online Gojek, Grab dan Maxim.

Bandara internasional Lampung

Branti telah diresmikan sebagai bandara internasional.

Oleh karena itu, bisa melayani penerbangan ke luar negeri.

Kendalanya, saat ada pandemi.

Tapi, ke depannya, kami yakin penerbangan ke luar negeri akan lancar.

2. Bandara Taufik Kiemas, Krui, Pesisir Barat, Lampung

Nama bandara Lampung yang kedua adalah Bandara Taufik Kiemas.

Berada di Pekon Serai.

Bandara ini merupakan Bandara perintis di Lampung, dan rute pelayanan penerbangannya pun cuma dari Krui Pesisir Barat ke Bandara Raden Inten II dan sebaliknya.

Krui sendiri selama ini terkenal dengan pantainya yang berombak tinggi dan menjadi tempat favorit bagi wisatawan asing untuk berselancar.

Banyak turis-turis asing yang terlihat membawa peralatan surfing di Bandara Raden Inten II.

Sayangnya, pesawat dari Branti menuju Krui merupakan pesawat kecil sehingga wisatawan asing yang membawa peralatan surfing tidak bisa memakai pesawat Branti-Pekon Serai.

Kebanyakan dari mereka memilih naik travel menuju Krui Pesisir Barat.

Ke depannya, saya yakin Bandara Pekon Serai akan dikembangkan dalam rangka mendukung tempat-tempat wisata menarik yang ada di Krui Pesisir Barat.

3. Bandara Gatot Subroto Lampung

Nama bandara di Lampung yang ketiga adalah Bandar Udara Gatot Subroto.

Lokasinya berada di Ramsai, Kec. Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung 34767.

Bandara ini sejatinya merupakan pangkalan udara TNI AD.

Bandara ini telah diresmikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa pada tanggal 6 April 2019.

Setelah diresmikan, Pemprov Lampung mengajukan usul untuk mengubah nama bandara tersebut menjadi Bandara Musanif Ryacudu.

Usulan ini juga merupakan arahan dari Gubernur Lampung.

Apakah Ada Bandara di Lampung Timur?

Saat ini belum ada bandar udara di Kabupaten Lampung Timur.

Jadi, jika ingin ke Lampung Timur, kamu bisa turun di Branti.

Setelah itu bisa naik taksi atau angkutan umum.

Tidak menutup kemungkinan ke depannya bakalan dibuka juga.

Tapi, tetap menunggu permintaan pasar.

Apakah banyak permintaan penerbangan ke daerah tersebut.

Hotel dekat Bandara Lampung

Ada Hotel Borobodur yang lokasinya persis ada di depan Bandara Radin Inten II Lampung.

Jika tidak ingin menginap di situ, kamu bisa bergeser ke arah Bandar Lampung.

Ada hotel Bandara di daerah Natar, sekitar beberapa km saja dari Bandara.

Selain itu, ada juga hotel yang satu lokasi dengan warung makan padang.

Kamu bisa memesannya via traveloka, tiket, dan aplikasi booking tiket lainnya.

Akhir Kata

Nah, itulah tadi informasi mengenai Nama Bandara Lampung, Ada Bandara Radin Inten II di Natar Lampung Selatan, Bandara Pekon Serai di Krui Pesisir Barat, dan Bandara Gatot Subroto.

Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak rute yang bisa dibuka baik oleh Branti maupun Pekon Serai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.