Way Kambas Lampung Bagi Anda yang Suka Wisata Alam

jelajahlampung.comWay Kambas Lampung Bagi Anda yang Suka Wisata Alam. Festival Way Kambas Tahun 2016 telah sukses digelar, dengan animo pengunjung yang luar biasa. Pengunjung paling ramai berdatangan pada hari Jumat saat acara pembukaan serta hari Minggu saat ada Festival Pesta Buah dan Penutupan Festival Way Kambas 2016.

way kambas lampung
Taman Nasional Way Kambas Lampung

Saking besarnya animo masyarakat akan dunia Pariwisata di Lampung, di hari penutupan Festival Way Kambas tersebut, jalanan sampai macet sepanjang 5 kilometer.

Hal ini tentunya harus menjadi evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur ke depannya, agar jika ada even serupa lagi untuk mempersiapkan perbaikan dan pelebaran akses transportasi menuju Taman Nasional Way Kambas.

Letak Taman Nasional Way Kambas Lampung


Taman Nasional Way Kambas terletak di Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Jarak dari Rajabasa (Kota Bandar Lampung) ke Way Kambas sekitar 98 km atau sekitar 3 jam perjalanan.

Sedangkan jika ditempuh dari Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Jaraknya sekitar 113 km.

Jika Anda ingin mengunjungi Taman Nasional Way Kambas dari Jakarta, dari Pelabuhan Bakauheni ambil saja Jalur Lintas Timur Sumatera yang jaraknya akan lebih dekat dibandingkan jika ke Bandar Lampung dulu.

Jika Anda ke Bandar Lampung dulu baru ke Way Kambas, maka perjalanannya malah akan memutar jauh.

Dari Rajabasa, perjalanan ke Taman Nasional Way Kambas dapat ditempuh dengan mudah, karena kini sudah ada angkutan umum ke Way Kambas yang langsung mengatarkan anda sampai ke dalam Pusat Pelatihan Gajah Sumatera.

Datang saja ke Pool Damri Rajabasa, di sana Anda bisa naik Damri Rajabasa Way Kambas yang konon akan beroperasi 5 kali seharinya.

Tiketnya pun murah, sangat terjangkau bagi kantong-kantong traveler atau backpacker dibandingkan jika kita menggunakan jasa travel and tour yang biasanya besarannya 1 juta rupiah per orang dari Bandar Lampung.

Taman Nasional Way Kambas Lampung Mendapatkan Gelar Taman Warisan ASEAN


Tahun 2016 ini masyarakat Indonesia patut berbangga diri, pasalnya Indonesia kembali mendapatkan penghargaan dari ASEAN.

Ya, Taman Nasional Way Kambas Lampung di tahun 2016 berhasil memperoleh gelar ASEAN Heritage Park atau Taman Warisan ASEAN, dengan diserahkannya sertifikat AHP oleh Executive Director ASEAN Centre for Biodiversity, Y Roberto V Oliva kepada Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tachrir Fathoni.

Dengan penetapan Taman Nasional Way Kambas sebagai warisan ASEAN, maka total sudah ada 4 anugerah serupa bagi Indonesia.

Langkah selanjutnya, setelah ditetapkannya TNWK sebagai Warisan ASEAN, tugas kita sebagai warga negara Indonesia adalah menjaganya dengan sebaik mungkin. Jangan sampai ada perburuan gajah lagi, atau perburuan hewan langka lainnya seperti badak bercula dua yang ada di Way Kambas Lampung ini.

Selain itu, pembalakan kayu-kayu di Taman Nasional Way Kambas Lampung juga selayaknya semakin diawasi.

Sudah sering terjadi pencurian kayu, terutama kayu nibung, yang justru kasus tersebut malah melibatkan "orang dalam" dari pengelola TNWK sendiri.

Keberadaan Taman Nasional Way Kambas sangat penting bagi kelangsungan ekosistem di dalamnya serta perlindungan bagi hewan-hewan langka yang keberadaannya lama-kelamaan semakin mendekati kepunahan.

Wisata ke Way Kambas Lampung ada Apa Saja?


Way Kambas Lampung merupakan salah satu andalan wisata dari Kabupaten Lampung Timur. Andalan utama dari tempat wisata ini adalah Pusat Latihan Gajah Lampung.

Lalu, kita bisa ngapain aja nih di Taman Nasional Way Kambas Lampung?


Yang pertama, saat kita berkunjung ke Way Kambas, kita bisa naik gajah. Gajah-gajah di Way Kambas sudah dilatih oleh para pawangnya sehingga aman buat para pengunjung.

Tiket naik gajah cukup murah, cuma 20 ribu rupiah saja sekali naik. Untuk short trip naik gajah, tiketnya lebih mahal, yaitu 150 ribu rupiah.

Yang Kedua, selain naik gajah, kita juga bisa naik kereta gajah. Jadi pengunjung nantinya akan naik ke dalam kereta yang digeret oleh si gajah. Memutarnya juga tidak jauh sih, dekat-dekat sekitaran tempat penunggangan gajah saja.

Yang Ketiga, kita bisa menonton pertunjukkan gajah. Gajah-gajah Way Kambas ini sudah dilatih dengan baik dan akan menghibur kita saat berkunjung ke TNWK.

atraksi gajah way kambas lampung
atraksi gajah lampung

Cukup dengan membayar tiket masuk sebesar 20 ribu rupiah saja, kita bisa menikmati aneka atraksi gajah Way Kambas yang cerdas dan sangat menghibur penonton.

Yang Keempat, bisa berkemah di Way Kambas. Para pencinta alam sangat cocok nih jalan-jalan ke Way Kambas. Mereka bisa menikmati alam bebas sambil mendirikan tenda camping di Pusat Latihan Gajah.

Yang Kelima, Way Kambas juga sering dijadikan tempat untuk offroad motor-motor trail. Bagi Anda yang suka dengan motor trail, bisa juga datang ke Way Kambas untuk sekedar nonton atau berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Yang Keenam, di Way Kambas kita juga dapat menjelajah sungainya. Asyik juga kan berkeliling taman nasional sambil menikmati pemandangan yang masih alami.

Yang Ketujuh dan seterusnya, silakan datang sendiri ke Way Kambas dan ceritakan pengalaman Anda liburan ke Way Kambas di sini hehehe.

Penginapan di Dekat Way Kambas Lampung


Kalau kita ingin menginap di Way Kambas, disediakan juga sebuah Homestay di dalam Pusat Pelatihan Gajah. Berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol saya dengan pawang gajah di sana, tarif penginapannya sekitar 300 ribu rupiah per malam dan disediakan dua tempat tidur. Muat lah untuk 4 orang.

Di Pintu Gerbang Way Kambas juga katanya ada Penginapan yang bisa disewa oleh pengunjung.

Jika memutuskan untuk menginap di dalam penginapan yang ada di Way Kambas, usahakan untuk membawa makanan sendiri karena di dalam tidak ada warung makanan. Atau kalau tidak bisa membeli indomie dan di masak di dalam.

Demikian Informasi singkat seputar Taman Nasional Way Kambas Lampung mudah-mudahan bermanfaat. Silakan dishare untuk mempromosikan Pariwisata Lampung kepada dunia luar. Majulah pariwisata Lampung.

0 komentar