Bendungan Batutegi, Tembok Besar Cina dan Danau Toba Ala Tanggamus Lampung

Apa nama Bendungan terbesar di Asia Tenggara? Gak tahu? Tidak usah berpikir jauh-jauh. Ternyata, Bendungan tersebut adalah Bendungan Batutegi yang ada di Pekon Batutegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Bangga kan punya Bendungan raksasa ini?

Bendungan Batutegi ini punya multifungsi lho, selain sebagai bendungan, tempat ini juga telah menjadi tempat wisata sekaligus pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memasok listrik untuk sebagian kawasan Lampung.

Bendungan Batutegi juga berfungsi sebagai pengatur irigasi persawahan di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung.

Bendungan Batutegi diresmikan pada tahun 2004 lalu, tepatnya pada tanggal 8 Maret 2004, oleh Presiden Megawati. Perlu waktu sekitar 8-9 tahun sampai akhirnya tahun 2004 pun selesai juga pembangunannya.

Bendungan ini masih berdiri kokoh sampai sekarang, dengan pemandangan "danau" dan perbukitan di sepanjang mata memandang.

Pembangunan Bendungan Batutegi telah memakan 13 korban pada tanggal 9 November 1998, yang nama-nama mereka kemudian dituliskan di sebuah batu monumen di lokasi Bendungan. Ke 13 nama korban tersebut adalah:
  1. Asnawi
  2. Edi Minarno
  3. Hendriansyah
  4. Isharudin
  5. Jamili
  6. Marsum
  7. M. Ariyanto
  8. Mugiono
  9. Mus
  10. Rosidi
  11. Sana
  12. Suryadi
  13. Wawan

Dibalik kisah pembangunan bendungan yang cukup tragis, kini Bendungan Batutegi telah menjadi tempat wisata yang eksotis di Tanggamus Lampung.

Untuk berwisata ke Bendungan Batutegi ini, wisatawan dapat mengunjungi 3 lokasi wisata yang berbeda, yaitu:

Jetty/Dermaga Bendungan Batu Tegi


Lokasi pertama yang menjadi favorit saya untuk menikmati eksotisme Bendungan Batutegi adalah Jetty atau biasa disebut juga Dermaga Bendungan Batu Tegi. Untuk sampai ke Jetty Bendungan Batutegi ini, persis setelah pintu tiket masuk, kita ambil jalan belok ke kiri melewati jalan naik, dan jalan terus mengikuti papan penunjuk jalan.

Sepanjang jalan, kita akan disuguhi pemandangan yang cukup menarik, dengan kontur jalanan yang naik turun.

Mendekati areal Jetty, jalanan turun terus, dengan lintasan cacing, berkelak-kelok, dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat. Pas turun sih enak-enak saja, tinggal ikutin jalan. Tapi waktu pulangnya itu lho, terkadang ada mobil yang tidak kuat menanjak.

Di jalanan turun dengan lintasan kelak-kelok seperti cacing inilah ada spot yang cantik untuk melihat keindahan Bendungan Batutegi. Dari spot ini, pemandangan bendungan seperti sebuah danau, dengan sebuah pulau di tengahnya, yang ternyata tempat tersebut adalah kawasan hutan lindung.

foto pemandangan bendungan batutegi
Foto "danau" dan "pulau" dilihat dari kelokan menuju Jetty/Dermaga Batutegi

Di spot ini, banyak mobil dan motor yang parkir, lalu mengambil foto-foto pemandangan "danau" dari ketinggian. Betul-betul cantik, sama sekali tidak terlihat bahwa itu adalah sungai, tapi lebih menyerupai danau, dan menurut saya seperti Danau Toba.

Jalan menuju Jetty juga benar-benar asyik karena jalannya yang menurun dan berkelak-kelok. Jangan lupa cek fisik kendaraan anda pada saat berkunjung ke sini yah, jangan sampai bisa turun ke Jetty tapi pas menanjak naik mau pulang, kendaraan mati.

Setelah sampai di bawah, mendekati dermaga, pengunjung dikenakan tarif parkir kendaraan. Jadi jangan kaget kalau dimintai uang lagi di sini.

Sesampainya di Jetty, pengunjung dapat menyewa perahu untuk jalan-jalan mengelilingi perairan. Enaknya kalau jalan-jalan ke sini beramai-ramai sehingga satu perahu bisa untuk satu rombongan.

perahu jetty batutegi
Naik perahu di dermaga batutegi

Pengunjung juga bisa menikmati sunset di Jetty ini, atau sekedar menikmati pemandangan air yang indah membentang luas sepanjang mata memandang.

sunset di bendungan batutegi
Foto menjelang sunset di Bendungan Batutegi

Capek jalan-jalan, kita bisa istirahat di Jetty ini sambil menikmati kopi atau minuman dingin. Terlihat beberapa orang yang berjualan di Jetty ini, apalagi jika sedang liburan.

Jembatan "Tembok Besar Cina" Ala Batutegi


Lokasi kedua tempat pengunjung menikmati Bendungan Batutegi adalah Jembatan yang di bawahnya berisi terowongan air. Untuk mencapai jembatan ini, dari pintu masuk penjualan tiket, kalau ke Jetty belok kiri, untuk ke Jembatan ini ambil jalan lurus.

Lalu akan ketemu simpang, ke kiri menuju jembatan dan ke kanan menuju PLTA. Ambil jalan arah kiri dan tidak jauh akan kita temukan lokasi Jembatan.

Sama seperti lokasi sebelumnya, kendaraan yang masuk ke parkiran Jembatan akan dikenakan tarif parkir. Kendaraan diparkir di luar, tidak boleh dibawa masuk ke jembatan.

Di pinggiran parkiran, banyak pedagang yang berjejeran, jika kita lupa membawa bekal maka bisa mampir sebentar untuk mengisi perut di sini.

Saat memasuki areal jemnatan ini, kita akan disuguhi bangunan yang sangat kokoh, seperti tembok besar cina, saking kokohnya tidak terasa kalau di bawahnya ternyata ada terowongan untuk menyalurkan air menuju PLTA.

Di sebelah kiri jembatan, lautan air menyerupai danau langsung menghampar di depan mata kita. Saya sangat beruntung karena saat berkunjung ke sini, airnya bersih tidak ada enceng gondok. Beberapa waktu sebelumnya, katanya airnya penuh enceng gondok sehingga pemandangannya tidak secantik ini.

jembatan raksasa batutegi
Foto sebelah kiri jembatan bendungan batutegi

Sedangkan di sebelah kanan jembatan, kita disuguhi pemandangan alam perbukitan, dan saat mata kita melihat ke bawah, terlihat areal PLTA di bawah.

Mendekati ujung dari jembatan ini, ada sebuah tangga turun menuju lokasi PLTA dengan lebar sekitar 1 meter. Terlihat beberapa pengunjungi menuruni tangga ini dan berfoto-foto di sana. Tangga ini merupakan salah satu spot favorit untuk foto selfi.

tangga menurun menuju PLTA Batutegi
Tangga turun yang curam menuju PLTA

Tetapi, perlu hati-hati saat menuruni tangga ini karena turunnya cukup dalam ke bawah. Jangan sampai terjatuh.

Di ujung jembatan, di dinding perbukitan ada sebuah tulisan besar "Bendungan Batutegi" yang merupakan landmark dari Bendungan ini.
bendungan batutegi
Tulisan Bendungan Batutegi

Di ujung jembatan juga terdapat sebuah bangunan, monumen korban pembangunan Bendungan Batutegi, serta batu peresmian bendungan yang ditandatangani Presiden Megawati.

PLTA Batutegi


Jika di persimpangan tadi, belok kiri menuju jembatan, maka arah kanan akan membawa kita turun menuju bangunan PLTA.

Banyak juga pengunjung yang datang ke bangunan PLTA ini untuk meliihat langsung aliran air yang deras serta merasakan sensasi dinginnya hembusan angin yang membawa uap air.

Pengunjung bisa sampai basah terkena uap air ini. Meskipun bangunan PLTA ini bisa dilihat dari jembatan di atas, tapi rasanya kurang lengkap kalau tidak berkunjung langsung menuju area ini.

Selain wisata-wisata tersebut di atas, ternyata kawasan Batutegi ini ada jalur trekkingnya juga lho untuk para pencinta motor. Ada juga bumi perkemahan yang bisa digunakan untuk kegiatan perkemahan anak-anak sekolah.

Tempat wisata yang tidak terlalu jauh dari Bendungan Batutegi:



Demikian ulasan singkat tempat wisata Bendungan Batutegi di Air Naningan Kabupaten Tanggamus, Lampung. Muda-mudahan tempat wisata ini senantiasa terjaga kebersihan dan keindahannya.

2 komentar